Rupiah Digital Siap Akan Meluncur, Kripto Tetap Dilarang

Bank Indonesia (BI) masih dalam proses mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau uang digital. Ini adalah uang virtual resmi yang akan diterbitkan financial institution sentral.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menegaskan ini Senin (21/3/2022). Uang virtual yang dikeluarkan oleh BI ini bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah seperti uang rupiah kertas dan logam saat ini.

“Tidak ada (alat) pembayaran selain rupiah yang kita keluarkan atau nanti kalau ada rupiah virtual yang dikeluarkan financial institution sentra itu yang boleh digunakan (sebagai alat pembayaran),” kata Dody.

Namun, uang virtual lainnya seperti kripto tidak akan bisa digunakan. Meski ia berbentuk sama-sama virtual dengan yang yang akan dikeluarkan BI.

“Tapi tidak kripto. For certain itu tidak boleh digunakan di tanah air kita,” tegasnya.

BI hanya bisa melarang masyarakat menggunakan kripto sebagai alat transaksi tetapi tidak berinvestasi. Sehingga ini lah yang akan menjadi salah satu pembahasan dalam discussion board G20 nanti.

Menurutnya, ada dua poin pembahasan yang perlu dilakukan terkait dengan kripto ini. Pertama adalah bagaimana aturannya dan seperti apa pengawasan.

Sebab, saat ini tidak ada aturan dan pengawasan untuk transaksi kripto masih terbatas sehingga perlu dilakukan penguatan. Apalagi kripto adalah bagian dari perkembangan teknologi yang tak bisa dilarang.

“Penting otoritas punya dua hal, aturannya dan pengawasannya. Ini dua-duanya yang sekarang ini sulit kita miliki. Aturannya belum ada dan pengawasannya juga masih belum kuat,” pungkasnya.

Wacana yang virtual RI sudah bergulir sesak 2021. BI sebelumnya mengungkapkan “Rupiah Digital” ini akan dibentengi firewall, dengan tujuan menghindari serangan siber yang bersifat preventif atau resolution.

financial institution indonesia

Sumber:cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.