Pengamen Badut Cilik yang Kecantikannya Viral

Cerita Lengkap Elin

Pengamen badut cilik ini viral setelah videonya sedang mengamen diunggah ke TikTok. Video yang diunggah memperlihatkan pengamen badut cilik yang wajahnya dipuji cantik itu tampak memakai kostum badut berwarna pink abu-abu. Dia ditemani anak perempuan lainnya yang memakai kostum badut berwarna abu-abu.

“Kamu cantik banget,” kata wanita yang merekam video viral itu. Mendapat pujian cantik, pengamen badut cilik itu langsung tersenyum malu dan menutupi wajahnya kaleng kue tempatnya menyimpan uang.

Kini terungkap bocah pengamen badut yang viral berwajah cantik itu bernama Elin. Dia mengamen bersama saudarinya yang bernama Alya. Saat ini Elin berusia 11 tahun dan Alya 13 tahun.

Sosok keduanya viral, Elin dan Alya pun diundang tampil ke acara televisi Rumpi No Secret di Trans TV. Kepada pembawa acara Rumpi, Feni Rose, keduanya berbagi kisah soal pekerjaan sehari-hari mengamen memakai kostum badut.

Elin dan Alya mengaku setiap harinya keliling menjadi badut mulai dari jam 20.00 hingga 01.00 WIB. Kedua bocah ini melakoni pekerjaan menjadi badut sudah selama lima bulan ini.

Mereka anak adalah anak keempat dan kelima dari tujuh orang bersaudara. Mereka saat ini tinggal bersama uwak atau kakak dari ibunya di kawasan Jombang, Ciputat, Tangerang.

“Karena sudah dari kecil sama uwak, dari bayi dan baru lahir memang sudah sama uwak. Karena kebanyakan anak. Ibu sama bapak juga sering ke rumah uwak,” tutur Elin saat ditanya Feni Rose alasan tinggal bersama uwak bukan bersama orangtua.

Foto Feni Rose, Elin, Alya dan Romi Ardifa. Foto: Dok. Youtube TRANS TV Official.

Alya mengatakan uwaknya mengetahui pekerjaannya dan Elin menjadi badut jalanan. “Uwak bilang yakin mau jadi kayak begini? (Badut jalanan). Uwak sih nggak menyuruh, uwak yang mengantar kita,” ujar Alya.

Elin dan Alya sudah berkali-kali dilarang sang uwak untuk menjadi badut. Namun keduanya tetap mau menjadi badut. Apa alasannya?

“Itu karena teman-teman aja gitu,” ungkap Alya yang memakai baju kuning. “Pendapatnya lumayan,” saut Elin. “Kalau ngebantuin ibu, makan, jajan,” tambah Alya.

Elin dan Alya mengaku bisa mendapatkan pendapatan Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu jika sedang ramai. Namun uang tersebut dipotong Rp 30 ribu untuk harga sewa kostum badut.

Feni Rose kemudian bertanya bagaimana cara keduanya membagi waktu antara sekolah dan bekerja menjadi badut jalanan. “Belajarnya kan pulang sekolah langsung main sebentar terus jadi badut,” kata Elin dan Alya.

Elin dan Alya berbagi cerita suka dan duka saat menjalani pekerjaan sebagai badut di jalanan. Dukanya pastinya mereka kepanasan saat memakai kostum badut.

“Iya panas pakai badut. Tapi kita sudah terbiasa karena tebal jadi nggak masuk angin,” kata Alya.

Yang tidak menyenangkan lainnya, ketika sudah larut malam, ada saja yang menggoda kedua bocah tersebut dengan iming-iming akan di sekolahkan. Alya mengatakan ada saja pria naik mobil yang berhenti untuk menyapa mereka..

“Banyak sebenarnya mengajak (ada om) yang mau sekolahin. Ayuk ikut om nanti dibiayain sekolah sampai sarjana. Tapi saya jawab nggak usah om, saya juga masih punya orang tua,” jelasnya.

Sumber :wolipop.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.