Paham Tentang Mata Uang Kripto Dalam 5 Menit (Bagian 1)

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkapkan peningkatan jumlah transaksi mata ang Kripto/cryptocurrency yang dilakukan oleh investor lokal pada tahun 2021 sebesar 1.222,84% atau jika di rupiah kan mencapai Rp 859,4 triliun, angka yang cukup besar. Investor Crypto di Indonesia di dominasi oleh generasi Millennials dan Generasi Z, tapi pertanyaannya apakah sudah cukup banyakkah dari kita paham dengan jelas dari pengertian, tujuan dari apa itu cryptocurrency sendiri?

Karena peningkatan jumlah transaksi, jumlah investor, pasti tidak sepenuhnya dengan peningkatan literasi keuangan di Indonesia, khususnya mengenai cryptocurrency. Justru hal ini bisa menjadi berbahaya karena kita hanya sedang memindahkan uang kita dari yang ada dan menjadi tidak ada alias menghilang. Alasannya karena cryptocurrency itu menipu, NO! Padahal kembali kepada diri kita yang berinvestasi atau melakukan perdagangan cryptocurrency tanpa memiliki literasi keuangan yang cukup, dan bekal keuangan yang cukup.

Apa yang dimaksud dengan bekal keuangan yang cukup? Kita harus memastikan bahwa kita sudah memiliki pendapatan bulanan yang rutin, bisa memenuhi kebutuhan hidup kita, dana darurat, proteksi, tujuan berinvestasi pada cryptocurrency dan pengetahuan kita itu sendiri. Setelah memiliki persiapan tersebut barulah kita mulai menyisihkan uang kita untuk bertransaksi mengeruk keuntungan dari cryptocurrency itu

Jadi apa pengertian dari cryptocurrency itu sendiri? Nah cryptocurrency adalah mata uang digital. Kita bahas pelan dari paling dasar, cryptocurrency itu sendiri adalah pengertian dari dua suku kata yaitu cryptography dan Currency. Cryptography itu sendiri artinya adalah istilah dalam dunia cyber security yang berperan melindungi data-data informasi dan saluran komunikasi, yang mana intinya adalah metode yang bertujuan membuat ‘kode rahasia’, dan currency adalah mata uang, secara harafiah pengertiannya begitu.

Hal tersebutlah yang membuat cryptocurrency hampir tidak mungkin untuk dipalsukan atau digandakan, karena bersifat digital, memiliki enkripsi (kode rahasia) dan bersifat desentralisasi, semua transaksi yang kita lakukan tercatat dengan rapih dan terpusat melalui teknologi blockchain. Cryptocurrency memiliki cara kerja yang berbeda dengan mata uang konvesional yang berlaku saat ini, seperti Dollar, Poundsterling, Yen atau pun Rupiah, setiap mata uang tersebut memiliki bank sentral yang mengatur, mengontrol, oleh otoritas sentral di negara tersebut, misalnya di Amerika Ada The Fed, di Indonesia ada BI (Bank Indonesia)

Lho kalau tidak ada yang mengatur, mengontrol berbahaya dong? Tentu tidak, kita lah para pengguna internet yang menggunakan cryptocurrency itu sendiri yang mengatur, dan mengontrol semuanya sendiri. Kalau seperti itu bisa ada penipuan dan pemalsuan dong? Tentu tidak, seperti yang kita bahas dengan teknologi blockchain, setiap transaksi tercatat dan setiap transaksi akan berhasil apabila kode rahasia tersebut benar adanya, jadi hampir tidak mungkin terjadi pemalsuan.

Jadi apabila selama ini kita bertransaksi dengan mata uang dari negara yang berbeda melalui pihak ketiga, baik itu bank atau jasa pengiriman uang, memanfaatkan selisih kurs, dan memakan waktu yang berhari-hari, dengan melalui cryptocurrency kita memotong pihak ketiga tersebut tidak dikenakan biaya, dan waktunya pun cepat, kurang dari sepuluh menit.

Lalu apa yang membuat cryptocurrency tersebut bisa menjadi keuntungan besar dan kerugian besar yang cepat?, pada dasarnya teknologi blockchain yang berhasil dimanfaatkan ini digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang masih belum diketahui identitas aslinya yang Bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 untuk menciptakan cryptocurrency pertama di dunia yaitu ‘Bitcoin’ yang digunakan oleh komunitas internet dengan klaim dapat digunakan sebagai alat transaksi atau Pembayaran

sumber:finance.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.