Menjajaki NFT hingga Metaverse, Mastercard Daftarkan Paten 15 Merk Dagang

dunia-ilmu.com – Raksasa perusahaan pembayaran, Mastercard mengajukan 15 aplikasi merek dagang ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada Minggu lalu, yang mencakup berbagai produk dan layanan yang berkaitan dengan NFT dan metaverse.

Pengacara merek dagang berlisensi USPTO, Mike Kondoudis, mencatat pendaftaran merek dagang tersebut mencakup logo Mastercard dan Priceless. Priceless adalah kampanye Mastercard yang memberikan diskon setiap hari kepada pemegang kartu.

Pendaftaran merek dagang tersebut menunjukkan rencana Mastercard untuk berbagai proyek NFT, seperti file musik yang dapat diunduh dengan otentikasi NFT dan pasar untuk barang digital dan media yang didukung NFT.

Baca juga: Melek Teknologi, NFT Jadi Metode Lain untuk Populerkan Karya Musisi Tanah Air

Mereka juga mencakup banyak aktivitas di metaverse termasuk perangkat lunak e-commerce untuk memungkinkan pengguna melakukan transaksi bisnis listrik, layanan pemrosesan pembayaran, pemrosesan kartu kredit, dan menyediakan informasi keuangan.

Seorang juru bicara perusahaan Mastercard mengatakan kepada Insider, Mastercard ingin memberikan pengalaman baru pada penggunanya.

Baca juga: Sepuluh Tahun ke Depan, Satu Miliar Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Gunakan Mata Uang Kripto

“Kami terus mencari peluang untuk memberikan pengalaman baru dan unik kepada pelanggan dan pemegang kartu kami. Pengajuan ini hanyalah bagian dari upaya itu, memastikan perlindungan merek dagang untuk merek kami membawa ke potensi penggunaan di metaverse tanpa gangguan,” ujar juru bicara Mastercard, dikutip dari Bitcoin.com.

Semakin banyak perusahaan besar telah melakukan langkah serupa, termasuk Meta (sebelumnya Facebook), Mcdonald’s, Burger King, Panera Bread, dan Panda Express.

Baca juga: Masyarakat Shanghai Gunakan NFT Buat Rekam Masa Lockdown Covid-19

Pada bulan lalu, Citi Bank memperkirakan metaverse bisa menjadi peluang bisnis hingga mencapai USD 13 triliun atau sekitar 186,4 kuadriliun dengan lima miliar pengguna pada 2030. Bank investasi global Goldman Sachs juga percaya metaverse adalah peluang bisnis hingga USD 8 triliun.

sumber: duniafintech.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.