Mau Tajir Melintir dari NFT? Coba Perhatikan Hal Ini!

Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE

Nama Non-fungible Token (NFT) tiba-tiba menjadi sorotan di tanah air setelah pemuda bernama Ghozali mendapat banyak uang dari penjualan foto selfienya. Jika kamu tertarik menjual sesuatu dalam NFT, ad syarat yang harus diikuti untuk bisa laku.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh K Harmanda menjelaskan NFT bentuknya karya seni bisa dari gambar, musik atau film. Berikutnya produk virtual itu akan diikat dalam teknologi Blockchain, yang disebut memiliki sifat aman dan jelas kepemilikannya.

Dia menambahkan obyek yang dijual dan bisa laku adalah yang memiliki karakter. Jadi tidak didesain semaunya dan tidak ada kegunaanya.

“Kita melihat bahwa bagaimana laku dan enggak? saya melihat harus ada karakteristik. Harus ada karakter yang dimunculkan pada penjualan NFT tersebut. Setidaknya NFT punya beberapa kategori, rarity, utility, kemudian community,” kata Teguh dalam software Profit CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

“Jadi NFT didesain bukan semaunya bukan tidak ada kegunaannya. NFT didesain menciptakan ruang-ruang bagi kreator untuk mereka bisa eksplor lebih jauh lagi”.

Dia mencontohkan apa yang dilakukan Ghozali sebagai salah satu contoh rarity. Ghozali menciptakan sesuatu yang unik dengan selfie secara konsisten selama lima tahun dan menjualnya di NFT.

Namun sayang ternyata tren NFT ini diartikan salah oleh beberapa pihak. Sebab setelah booming Ghozali, ada yang menjual obyek tidak biasa termasuk identitas KTP orang lain.

“Dengar menjadi miris seseorang add identitas orang lain KTP tentu tidak ada manfaat. Harus selalu mengedukasi, meliterasi bagaimana kegunaan proses yang baik proses transaksi produk tersebut,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.