Easy With Knowledge
News  

KPU mengatakan pengenalan wajah dapat memfasilitasi pencocokan data pemilih di lapas.

Laporan dari reporter tribunnews.com Danang Triatmojo

Dunia-Ilmu.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU) mengakui sulit memetakan pemilih jika tidak memiliki informasi resmi.

Anggota KPU RI Betty Epsilon Edros kepada wartawan Jumat (15/7/2022) “Sangat sulit memetakan ini.”

Namun, kata Bety, saat ini Ditjen Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bisa mengumpulkan data menggunakan pengenalan wajah yang terhubung dengan database resmi.

Hal ini dinilai menyederhanakan persoalan pendataan pemilih di Lapas.

Baca lebih banyak: Baru-baru ini, Bawaslu-Polri telah menandatangani kemitraan untuk memperkuat pusat Gakumdu pada pemilu 2024.

Tapi sekarang saya melihat bahwa CEO Dukapil sangat baik dalam pengenalan wajah. Tidak perlu alat,” katanya.

“Jadi bisa langsung nyebrang. Sekarang kalau kita bawa alatnya susah, kita bisa pinjam aplikasi pengenal wajah. Itu dipakai polisi untuk mencari teroris,” kata Betty.

Beberapa penyeleksi dapat diinstal

Secara terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai Pilkada 2024 bisa digagalkan oleh insiden data ganda.

Koordinator Baasalu, Partisipasi Masyarakat dan Humas Lolli Suhenti mengatakan penyelenggara pemilu sekarang harus memeriksa informasi pemilih secara teratur untuk informasi pemilih (DPB).

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/15/kpu-sebut-face-recognition-bisa-mudahkan-pencocokan-data-pemilih-di-lapas