Easy With Knowledge
News  

Ketua Parlemen Sri Lanka menjelaskan proses konstitusional untuk menunjuk Presiden baru.

Wartawan Tribune News Fetri Wulandari

Dunia-Ilmu.com, KOLOMBO – Setelah Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yappa Abeywardena Gotabaya Rajapaksa mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden Sri Lanka Jumat lalu, ia memberikan informasi rinci tentang proses konstitusional untuk menunjuk Presiden baru.

Karena itu, DPR menggelar rapat pada Sabtu.

Dikutip dari halaman. Berita harianPada Minggu (17/7/2022), departemen media Parlemen Sri Lanka mengeluarkan pernyataan media mengenai proses pemilihan presiden setelah hari libur presiden (UU Khusus Pemilihan Presiden Nomor 2 Tahun 1981).

Menurut ini, jika jabatan Presiden kosong menurut Pasal 38 Ayat (1) UUD dan Pasal 40 UUD, DPR akan memilih salah satu dari mereka yang berhak dipilih. Untuk jabatan Presiden, tetap menjabat untuk waktu yang tidak ditentukan, terhitung sejak masa jabatan Presiden yang telah keluar dari jabatannya.’

Baca juga: Ekonomi runtuh, Gotabaya Rajapaksa lolos, parlemen Sri Lanka membuka lowongan presiden.

Pemilihan ini diadakan di Hal itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemilihan Presiden (Ketentuan Khusus) Nomor 2 Tahun 1981.

Proses pemilihan presiden baru dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Republik Rakyat Demokratik China (SECJ) dan ketua Republik Rakyat Demokratik Korea memiliki hak untuk memilih dalam pemilihan ini.

Selain itu, DPR akan menggelar rapat selama 3 hari untuk proses ini.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pemilihan akan diadakan sesegera mungkin, tidak lebih dari satu bulan sejak tanggal pembukaan kantor.

Ketika DPR bersidang Sabtu lalu, Sekjen menginformasikan kepada DPR bahwa jabatan Presiden lowong.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/internasional/2022/07/17/ketua-parlemen-sri-lanka-beberkan-proses-konstitusional-untuk-menunjuk-presiden-baru