Easy With Knowledge
News  

Kejaksaan KPK siap mengonfirmasi kelanjutan pembelian ETP.

Wartawan Tribunnews.com Ilham Ryan Pratama

Dunia-Ilmu.com, Jakarta – Kejaksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan tuntutan terhadap dua tersangka terkait pengadaan paket Tanda Pengenal (E) KTP. KTP) ke pengadilan.

Kedua terdakwa adalah mantan Direktur Perusahaan Pers Republik Indonesia (PNRI) dan mantan staf Balai Teknologi Informasi dan Teknologi Informasi (BPPT) Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tim Aplikasi E-KTP Husni Fahmi.

Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan dalam keterangannya, Kamis (16)/6/2022 bahwa “JPU KDPK Putra Eskandar telah mengajukan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap kasus korupsi Isnu Idi Wijaya dan Terdakwa Husni Fahmi.”

Baca lebih banyak: KPK selesaikan penyidikan 2 kasus korupsi e-KTP

Ali menyerahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tikpor.

“Kelompok jaksa berikutnya sedang menunggu penunjukan hakim dan tanggal sidang, dengan agenda pertama adalah kasusnya.”

Isu dan Huseini akan dijerat dengan Pasal 55 (1) sampai 1J, Pasal 64 (1) atau Pasal 3 (1) UU Tipikor, Pasal 55 (1) sampai Pasal 1 Pasal 64 (1) KUHP. .

KPK pada Kamis (3/2/2022) mengumumkan dua tersangka pada Agustus 2019, dan dari 2014-2019 DPR RI Miriam S. Hariri dan Paul Tanos menjadi Presiden Direktur PT Sandipala Artፑtራra.

KPK Kerugian Pemerintah Terkait Kasus e-KTP Rp. Diperkirakan sekitar 2,3 triliun.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/06/16/jaksa-kpk-siap-buktikan-perkara-lanjutan-pengadaan-e-ktp