Jet tempur F-15 Indonesia Dibuat dengan Teknologi Digital, Dapat Mengudara dalam Waktu Dekat

Bertepatan pada bulan Februari lalu, Indonesia telah mendapat lampu hijau untuk membeli jet tempur F-15 EX buatan AS.

Restu yang diterima Indonesia bahkan kurang dari 24 jam setelah menandatangani kerjasama pengadaan jet tempur Rafale dengan Prancis.

Indonesia rencananya akan membeli hingga 32 unit jet tempur F-15 EX yang nantinya akan disebut F-15 ID.

Baca Juga: China Puluhan Tahun Tumpuk Kekuatan Militer di Laut Natuna Utara, AS: Bikin Kawasan Tak Stabil!

Meski sudah mendapat restu, tidak serta merta Indonesia langsung sepakat untuk mengakuisisi jet tempur F-15 ID.

Saat ini Indonesia dan AS masih melakukan negosiasi lebih lanjut terkait pengadaan jet tempur F-15 ID untuk mengisi layanan udara Indonesia.

Indonesia sendiri memang telah mengindikasikan keinginan memperoleh jet tempur F-15 sejak bulan Desember lalu.

“Sukhoi Su-35 dengan berat hati ya kita harus sudah meninggalkan perencanaan itu karena kan kembali lagi dari awal kita sebutkan bahwa pembangunan kekuatan udara sangat bergantung dari anggaran,” ucap Marsekal Fadjar dikutip dari sumber.

Selain F-15 ID, Indonesia juga ingin mengakuisisi jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis.

Kerja sama Indonesia dan Prancis pun sudah terjalin pada 10 Februari lalu saat dua Menteri Pertahanan dari kedua negara menandatangani kerjasama pengadaan jet tempur Rafale dan beberapa aspek lainnya.

Dengan begitu, kehadiran jet tempur Rafale nantinya akan bersanding dengan F-15 ID untuk melayani dan membantu kinerja TNI AU.

Dilansir dari Defence Security Asia, Pejabat AS mengatakan seandainya Indonesia benar-benar membeli 36 unit jet tempur F-15 akan menghabiskan dana sebesar USD 13,9 miliar.

Sedangkan dengan Prancis, Indonesia mengeluarkan anggaran sebesar USD 8,1 miliar.

AS mendukung pembelian jet tempur F-15 ID oleh Indonesia untuk membantu membangun sistem pertahanan yang kuat.

“Sangat penting bagi Amerika Serikat membantu Indonesia untuk membangun dan mengekalkan sistem pertahanan yang kuat,” ucap pejabat AS dikutip zonajakarta.com dari Defence Security Asia

Apabila Indonesia sepakat membeli jet tempur F-15 ID, pihak Boeing sudah menyampaikan keuntungan dari proses produksi yang cepat.

Seperti yang disampaikan Zonajakarta sebelumnya, bahwa pihak Boeing selaku produsen dari F-15 menjanjikan Indonesia untuk mendapat jet tempurnya dengan cepat.

Hal itu disampaikan langsung oleh pimpinan Boeing di hadapan jajaran petinggi TNI AU.

Pimpinan Boeing menyampaikan Indonesia akan memperoleh jet tempur dengan cepat dan tidak akan terlambat.

Bahkan, Boeing menjanjikan perusahaannya hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk merancang dan mengantarkan F-15 ID ke Indonesia.

Sedangkan Dassault Aviation sendiri membutuhkan waktu setidaknya 56 bulan sejak kontrak ditandatangani untuk mengirim jet tempur Rafale ke Indonesia.

Ternyata faktor cepatnya pengerjaan F-15 ID terletak pada teknologi yang digunakan Boeing untuk memproduksi jet tempur tersebut.

Steve Shepro seorang Vice President of Business Development Boeing mengatakan keunggulan Boeing dalam memproduksi jet tempur F-15 dibanding para produsen lain.

Rupanya Boeing menggunakan cara virtual engineering untuk memproduksi jet tempur F-15 dengan cepat.

Shepro memaparkan bahwa semua proses dilakukan secara virtual untuk mempercepat proses produksi dan meminimalkan risiko mistakes dalam pembuatan jet tempur.

Karena dirancang secara virtual maka semua unit F-15 ID akan sama dan presisi pada setiap detailnya.

Teknologi tersebut menjadikan jet tempur F-15 ID akan siap hanya dalam waktu tiga tahun.

Selain itu, dengan menggunakan proses virtual engineering, semua proses produksi bisa lebih efektif sehingga menekan biaya pembuatan.

Dengan proses pembuatan yang cepat, akan lebih cepat pula bagi Indonesia untuk mengoperasikan jet tempur F-15 IDnya ke dalam layanan dan ikut menjaga kedaulatan negara.

Sumber:https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published.