Easy With Knowledge
News  

Jenazah Brigadir J diberi formalin dalam peti mati dan dikubur selama 2 minggu, kata dokter forensik.

Dunia-Ilmu.com – Forensik dr Ayu Mira Wirianingsih di Universitas Indonesia Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Menurut Kepala Bagian Forensik RS UI, formalinisasi jenazah Brigjen J dan kondisinya di dalam peti merupakan keuntungan teoritis.

Meski jenazah mantan Kepala Divisi Propam, Irjen Pol Ferdi Sambo, sudah dimakamkan lebih dari dua pekan lalu.

Menurut dr Mira, masuknya formalin ke dalam tubuh mayat, secara teori, membantu penemuan berdasarkan luka yang ada.

Selain itu, diketahui bahwa luka di tubuh Brigadir J adalah luka traumatis, luka tembak dan luka fisik lainnya.

“Jenazah yang meninggal karena kecelakaan, termasuk formalin di dalam tubuh, membantu proses otopsi. Sebelumnya, mungkin sel-sel mayat lisis atau mati dan membusuk, menjadi jelas karena adanya formalin. bisa dilihat,” kata Mira.

Baca juga: Bharada E dan kontributor lainnya Ferdi Sambo diselidiki oleh Comnas HAM, fakta ini terungkap.

“Mudah-mudahan ada temuan saat formalin masuk ke dalam tubuh,” ujarnya mengutip tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (27/7/2022) oleh Tribun News.

Pernyataan Mira dikuatkan oleh mantan Kepala Bareskrim Polri Komjen Paulus (Purn) Susno Dudji.

Menurut pihaknya, guru besar dari UIA itu, kelebihannya adalah jenazah Brigjen J diberi formalin di dalam peti, sehingga menghambat proses pembusukan.

Jadi kami tetap berharap jenazah bisa diperiksa.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/27/jasad-brigadir-j-diberi-formalin-di-peti-terkubur-2-minggu-dokter-forensik-sebut-ada-keuntungan