Easy With Knowledge
News  

Family Lawyers Group Inspektur Jenderal Ferdi Sambo Kunjungi Dewan Pers, Konsultasikan Laporan Media

Wartawan Tribunnews.com Mario Christian Sumampou

Dunia-Ilmu.com, Jakarta – Ketua Tim Hukum Keluarga, Divisi Propam, Kapolsek Ferdi Sambo, mengunjungi kantor Dewan Pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Tim berkonsultasi dengan Dewan Pers terkait laporan Kepala Inspektur Ferdi Sambo.

Setelah Arman Hanis berbicara kepada pers, “Kami datang ke sini untuk membahas beberapa berita. Ini yang pertama. Saya kira teman-teman sudah tahu apa yang telah menyebar, kami berdua (media) membaca online dan di media cetak.” Dewan.

Baca juga: Mahfud MD telah mencatat 3 kesalahan dalam penembakan Brigadir J oleh Inspektur Kepala Ferdi Sambo, Kepala Divisi Propam.

Dalam kasus ini, kuasa hukum keluarga Ferdi Sambo telah meminta bimbingan dan konsultasi kepada dewan pers agar media bisa memberitakan berita sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Kami tidak menentangnya, kami sangat berterima kasih kepada teman-teman media kami, tetapi tolong beri kami hak pribadi, kami juga akan memahami dampak luar biasa dari para korban,” kata Arman.

“Kami berharap begitu. Kami menuntut semua media memiliki dampak yang lebih besar pada anak-anak korban. Kami tidak melakukan protes. Kami di sini untuk berkonsultasi dan mengimbau dewan pers untuk menghormati aturan jurnalisme,” tambahnya.

Tim hukum menambahkan, kondisi kliennya saat ini sedang didorong karena dampak psikologis dari pemberitaan tersebut.

Seperti diketahui, Jumat (8/7/2022) terjadi baku tembak antara Brigjen J dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdi Sambo di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan.

Sebelum penembakan, Brigadir J diduga memasuki kamar pribadi istri Kepala Divisi Propam dan melecehkannya dengan todongan senjata.

Tiba-tiba istri kepala Divisi Propam itu berteriak.

Ketakutan, Brigadir Jenderal J. meninggalkan ruangan dan diinterogasi oleh Barada E.

Menurut polisi, alih-alih merespons, Brigadir Jenderal J7 ditembak tujuh kali.

Untuk membela diri dan membela diri, Barada E menanggapi penembakan itu.

Dia melepaskan 5 tembakan, yang akhirnya menewaskan Brigadir J.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/15/tim-kuasa-hukum-keluarga-irjen-ferdy-sambo-sambangi-dewan-pers-konsultasi-soal-pemberitaan-media