Easy With Knowledge
News  

Dukungan publik atas dukungan Presiden Jokowi kepada Kejaksaan Agung untuk mengunduh minyak goreng

Wartawan Tribunnews.com Charles Umam

Dunia-Ilmu.com, Jakarta – Burhanuddin Muhtadi, Direktur Jenderal Kandidat Politik Indonesia, memuji dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kejaksaan Agung untuk penghapusan pabrik minyak goreng.

Menurut Burhanuddin, ketabahan Jokowi dipuji.

Hal ini tercermin dari besarnya dukungan masyarakat kepada Kejaksaan Agung untuk menangani isu mafia minyak goreng.

“Dalam catatan kami, dukungan Jokowi terhadap upaya Kejaksaan Agung membongkar mafia imigrasi mendapat respon positif dari masyarakat,” kata Burhanuddin dalam survei virtual bertajuk Tinjauan Publik. Kinerja Pemerintah di Bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum dan Korupsi, Senin (11/7/2022).

Berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan pada 16-24 Juni 2022, diketahui sebanyak 80,3 persen responden mengetahui Jokowi akan mendukung Kejaksaan untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng.

Baca lebih banyak: Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan mengatakan menaikkan harga kebutuhan pokok bukanlah pekerjaan mafia

Menurut Burhanuddin, masyarakat menilai presiden masih berada di jalur yang benar dalam perjuangannya melawan rig minyak.

Pandangan ini mendukung kesimpulan kasus kilang minyak yang rusak oleh Kejaksaan Agung.

Ketika Jaksa Agung menyelidiki kasus ini, ia mulai mengarahkan penyelidikan ke kementerian lain di luar Kementerian Perdagangan. Pada 8 Juli, interogator gedung bundar menanyai sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiejono Mojiarson.

Baca lebih banyak: Mengapa harga minyak goreng kalengan tidak pernah turun ketika harga minyak sawit turun, itu sebabnya.

Selain Susijujono, Kejaksaan Agung juga memeriksa tiga saksi lainnya, antara lain Asisten Ketua Tim Kementerian Koordinator Perekonomian, TH, Direktur PT Musim Mas dan LAN selaku Manajer Ekspor. PT Megasuria Mas.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Kutut Sumeda, mengatakan pemeriksaan keempat saksi itu untuk memperkuat alat bukti, termasuk catatan.

“Mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 akan dilakukan penyidikan untuk memperkuat bukti dugaan korupsi dan melengkapi registrasi ekspor ke CPO,” ujarnya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/07/12/dukungan-presiden-jokowi-untuk-kejagung-bongkar-mafia-minyak-goreng-diapresiasi-rakyat