Easy With Knowledge
News  

Denmark telah membantu memerangi diabetes, dan 230.000 orang didiagnosis menderita diabetes di Jawa Barat.

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu

Dunia-Ilmu.com, Jakarta – Novo Nordisk Indonesia dan Pemerintah Jawa Barat telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk Proyek Pembangunan Kapasitas Komprehensif.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pengobatan diabetes untuk kelompok rentan jauh dan jauh.

Nantinya, pilot project difokuskan pada 46 fasilitas kesehatan primer di empat kabupaten di Jawa Barat, yakni Cyanjur, Garut, Tasikmalaya, dan Bandung Barat.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larson, mengaku senang dengan kerja nyata yang dilakukan masyarakat.Mengendalikan belanja kesehatan dalam sistem kesehatan nasional merupakan tantangan besar, termasuk diabetes.

Baca lebih banyak: Indonesia memiliki jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Dr. Yanti Herman, SH, MHKes, Kementerian Kesehatan menyambut baik kerjasama Pemerintah Denmark dengan Novo Nordisk.

Profesional kesehatan menerima pelatihan dalam manajemen diabetes, bantuan olahraga, pengisian peralatan dan insulin sesuai kebutuhan.

“Kami berharap penandatanganan kerja sama hari ini menjadi awal yang baik bagi masyarakat Jabar dan kemaslahatan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Kegiatan Kamis (7/7/2022) lalu.

Baca lebih banyak: Apa saja komplikasi diabetes? Penyakit Kardiovaskular hingga Alzheimer

Program ini selaras dengan Strategi Kesehatan Nasional 2021-2024, khususnya Pilar Transformasi Pelayanan Primer, yaitu; 1) Pendidikan publik, 2) Pencegahan Primer, 3) Pencegahan Sekunder dan 4) Peningkatan kapasitas dan peningkatan kapasitas layanan primer.

Berbicara mengenai target tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jabar dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K), M.Kes., MMRS menyatakan bahwa penyakit diabetes dapat menimbulkan berbagai masalah.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/kesehatan/2022/07/11/denmark-bantu-indonesia-tangani-diabetes-230-ribu-orang-di-jawa-barat-akan-jalani-skrining-diabetes