Bursa Buka Lagi Usai Libur Panjang

Bursa Buka Lagi Usai Libur Panjang

Apa Kabar IHSG Hari Ini?

Setelah libur satu minggu penuh, pasar saham akan kembali buka pada hari ini, Senin (9/5/2022).
Terakhir pada 28 April 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,45% di level 7.228,91.

Berbagai sentimen eksternal telah menghiasi perdagangan selama seminggu terakhir. Mulai dari perkembangan perang Rusia-Ukraina yang diwarnai dengan embargo minyak oleh Uni Eropa.

Kemudian juga dilanjutkan dengan pengetatan moneter oleh bank sentral AS The Fed maupun Inggris Bank of England (BoE) dalam rangka untuk menjinakkan inflasi yang sudah mencapai level tertinggi dalam puluhan tahun.

Dari dalam negeri hari ini akan ada dua sentimen utama yang datang dari rilis data ekonomi. Pertama adalah terkait inflasi. Kedua adalah terkait pertumbuhan ekonomi.

Baca: Libur Usai! Investor Pantau Inflasi & Pertumbuhan Ekonomi
Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi April 2022 bisa mencapai 0,85% secara bulanan (month-to-month/mtm). Jika terwujud, maka akan menjadi rekor tertinggi sejak Januari 2017.

Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi April 2022 diperkirakan 3,4%. Ini akan menjadi yang tertinggi sejak April 2018.

Sementara itu konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Ibu Pertiwi tumbuh 5,05% yoy. Lebih baik ketimbang kuartal IV-2021 (5,02%) dan kuartal I-2021 (-0,7%).

Lalu bagaimana pergerakan IHSG pada hari pertama usai libur panjang Idulfitri hari ini, Senin (9/5/2022)? Simak ulasannya.

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG terakhir dan indikator BB, tampak bahwa IHSG sempat menyentuh level support terdekat di 7.193.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung bergerak naik tipis mengindikasikan adanya penguatan momentum beli meski tak signifikan. RSI ditutup di level 58,91 namun dengan penutupan tersebut indeks belum menunjukkan tanda-tanda jenuh jual.

Dengan indikator teknikal lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 juga berada di bawah garis EMA 26. Bar histogram bergerak di zona negatif.

Apabila mempertimbangkan faktor lag yang cukup panjang, ada kemungkinan IHSG bisa melemah dulu hari ini, apalagi jika melihat kinerja Wall Street yang merah pekan lalu. IHSG berpotensi menguji level 7.193-7.315 untuk perdagangan hari ini.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

sumber:cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.