Binance Delist LUNA di Tengah Pasar Crypto yang Terbakar?

Binance Delist LUNA di Tengah Pasar Crypto yang Terbakar?

Rumor Binance delist LUNA dari platformnya berhembus makin kencang seiring dengan kejatuhan stablecoin keluaran Terraform tersebut.

Saat harga LUNA terjun bebas, para investor cryptocurrency telah menyatakan keprihatinannya tentang efek domino dari penurunan besar-besaran di seantero pasar crypto.

Sebagai akibat dari penurunan yang berkelanjutan dan meragukan, Binance hari ini memutuskan untuk menghentikan perdagangan berjangka Terra Luna.

Baca Juga: Tak Hanya LUNA; APE, AVAX, SOL, SHIB dan Segambreng Altcoin Lain Juga Ikut Nyungsep di Pasar Crypto!

Dilansir oleh KeduToday.com, Binance futures akan menghapus kontrak abadi LUNA dan memperbarui tingkat leverage dan margin untuk kontrak abadinya.

Binance Futures akan melakukan penyelesaian otomatis pada Kontrak Perpetual LUNA dan menghapus kontrak pada 12 Mei 2022 pukul 15.00 WIB.

Leverage maksimum dari Kontrak Perpetual LUNA Margin USDT telah dikurangi menjadi 8x.

Keputusan itu diambil karena LUNA telah mencatatkan kerugian signifikan hampir $39 miliar kapitalisasi pasar dalam hitungan jam.

Sebulan lalu, LUNA memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $40 miliar, namun kini market cap turun menjadi $939 juta.

Pada saat berita ini ditulis, LUNA diperdagangkan dengan harga $0,079 atau sekitar Rp1.150, anjlok lebih dari 98% dengan harga awal Rp1,2 juta.

Dua hari sebelumnya, Luna berada di 10 kripto teratas tetapi jatuh ke posisi 99 dalam waktu singkat, menyebabkan kekhawatiran mendalam di kalangan investor.

Baca Juga: Terra Luna dan UST Mendekati Angka Nol, Do Kwon Minta HODLER ‘Tetap Kuat’

Seperti diketahui, Terra Luna terus runtuh karena stablecoin UST dari blockhain tersebut telah gagal mendapatkan kembali pasak dolar aset crypto ini.

Desas-desus bahwa bailout yang didukung modal ventura disebut gagal untuk menambah tekanan ke bawah agar meningkatkan harga Terra Luna.

Token Luna blockchain layer 1 telah turun 90 persen tambahan dalam 24 jam terakhir karena tekanan jual mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Kenapa LUNA Anjlok? Do Kwon, CEO Terraform Beberkan Alasannya dan Pasang Strategi Baru

Merespon kekacauan di pasar crypto yang juga turut menyeret ke bawah harga LUNA, CEO Terraform, Do Kwon, akhirnya buka suara.

Melalui cuitannya di akun Twitter @stablekwon pada 11 Mei 2022, Do Kwon menjelaskan penyebab runtuhnya LUNA.

Tak hanya itu, Do Kwon juga membeberkan strategi Terra Luna untuk mengatasi bencana ini, meminta kepada pada HODLer untuk tetap kuat.

Baca Juga: Terra Luna Terjun Bebas Mendekati Rp1000, TRX Ikut Turun, Apakah Tron Ikut Menjadi Korban Pembantaian Crypto?

UPDATE Pukul 22.30 WIB

Dalam pengumuman terbarunya, Binance mengungkapkan bahwa mereka akan men-delist LUNA dari platformnya dengan ketentuan sebagai berikut.

– Jika harga kontrak LUNAUSDT turun di bawah 0,01 USDT, Binance akan melanjutkan untuk menghapus kontrak tersebut. Informasi lebih lanjut termasuk waktu delisting akan diumumkan.

– Binance akan meluncurkan kontrak abadi LUNABUSD pada 12 Mei 2022 22.00 WIB dengan ukuran centang 0,00001. Kontrak berjangka LUNA dengan margin BUSD menggunakan BUSD sebagai jaminan. Pengguna dapat memilih antara leverage 1-8x.

– Harap dicatat bahwa mode multi-aset tetap tersedia untuk kontrak berjangka LUNA. Pengguna dapat menggunakan BUSD dan/atau USDT sebagai jaminan untuk kontrak berjangka LUNA bermargin BUSD dan bermargin USDT secara bergantian.***

Disclaimer: Artikel ini tidak mewakili pendapat untuk membeli, menjual atau menahan investasi apa pun. Setiap investasi dan pergerakan perdagangan aset crypto melibatkan risiko yang tinggi, Anda tentukan analisa ekstra dan pertimbangan sendiri sebelum membuat setiap keputusan independen.

sumber: Sumber: The Crypto Basic  /pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.