Alasan Google, Siri & Alexa Pakai Suara Wanita

Alasan Google, Siri & Alexa Pakai Suara Wanita

Saat ini penggunaan asisten digital melalui smartphone telah banyak digunakan. Asisten digital ini pun dapat digunakan dalam beberapa hal seperti navigasi hingga pembacaan prakiraan cuaca.
Dalam penggunaannya, ada satu hal yang mungkin tidak disadari oleh pengguna. Beberapa asisten digital seperti Siri, Alexa, Google Assistant, atau Cortana selalu menggunakan suara wanita.

Tak hanya di smartphone, perangkat seperti mesin ATM nyatanya lebih sering menggunakan suara perempuan dalam fitur voice assistant atau asisten suara mereka. Lalu, apa alasan yang membuat suara wanita lebih sering digunakan dibanding pria? Berikut alasannya sebagaimana dikutip Adapt World Wide, Sabtu (16/4/2022)

1. Manusia lebih menyukai suara perempuan.

Ada banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa manusia lebih menyukai suara wanita, dan beberapa bahkan berteori bahwa preferensi untuk suara wanita dimulai saat manusia masih menjadi janin. Suara wanita dianggap akan menenangkan janin saat masih di dalam rahim.

Penelitian lain menemukan bahwa wanita cenderung mengartikulasikan suara vokal lebih jelas, yang membuat wanita lebih mudah dipahami, terutama di tempat kerja. Ini bukan hal baru bagi industri.

Namun, preferensi ini telah banyak diperdebatkan, dan banyak mitos seputar gagasan bahwa suara wanita lebih mudah didengar bahkan ketika menggunakan speaker kecil atau kebisingan latar belakang telah terbukti salah.

2. Tak ada data suara pria.

Selama bertahun-tahun, sistem text-to-speech sebagian besar dilatih untuk suara wanita. Hal ini didasari oleh beberapa riset yang telah dituliskan dalam poin sebelumnya.

Selain itu, rekaman suara wanita berasal dari tahun 1878 ketika Emma Nutt menjadi wanita pertama yang menjadi operator telepon. Suaranya diterima dengan sangat baik, dia menjadi standar yang ingin ditiru oleh semua perusahaan lain. Pada akhir tahun 1880-an, operator telepon secara eksklusif adalah perempuan.

3. Kesulitan membuat suara pria dalam sistem Artificial Intelligence (AI).

Dengan perkembangan penggunaan suara wanita dalam sistem asisten digital, saat ini sistem suara wanita bahkan telah terkoneksi dengan fitur text-to-speech. Salah satunya di Google.

Manajer teknik global untuk text-to-speech di Google, Brant Ward, menjelaskan bahwa untuk mengembangkan suara pria ke dalam fiturnya, dibutuhkan waktu hingga lebih dari satu tahun.

Meski dapat diselesaikan, Ward pesimis bahwa itu akan memiliki kualitas yang cukup tinggi atau diterima dengan baik oleh pengguna.

sumber:cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.