3 Hal yang Akan Terjadi Kalau Orang Seluruh Dunia Pakai Crypto

3 Hal yang Akan Terjadi Kalau Orang Seluruh Dunia Pakai Crypto

Menurut triple A di 2021 penduduk yang menggunakan crypto berjumlah 300 juta atau 3,9% dari jumlah penduduk dunia yang berjumlah 7,8 miliar berdasarkan data dari statistictimes. Adopsi ini terlihat masih sangat kecil, tetapi pertumbuhan crypto sendiri terlihat cukup baik.

Pada Januari 2021 hingga akhir Desember 2021, jumlah pengguna meningkat hampir 3 kali lipat dari 106 juta pengguna menjadi 295 juta pengguna.

Jika melihat angka pertumbuhan di 2021 dan berjalan konsisten maka ada kemungkinan di 2024 seluruh orang di dunia telah menggunakan crypto.

Lalu, bagaimana jika seluruh dunia menggunakan mata uang kripto?

Bank Konvensional Digantikan Bank Modern
Bank seperti yang kita ketahui saat ini, sudah ada sejak 500 tahun lalu dan terus berkembang menjadi penghubung antara penduduk dengan bank sentral sebuah negara.

Teknologi blockchain dan mata uang kripto menjadi sebuah revolusi dalam keuangan yang memungkinkan pengguna tidak membutuhkan fungsi penghubung yang saat ini di miliki bank modern dan juga penggunaan uang kertas.

Maka bank modern saat ini akan bertransformasi untuk mengikuti perubahan dengan regulasi yang nantinya dimiliki oleh CBDC (Central Bank Digital Currency).

Perubahan ini akan berdampak besar bagi ekonomi sebuah negara, tetapi ini adalah perubahan yang tidak dapat di hentikan.

Bank modern akan menyediakan mata uang digital dalam bentuk kripto bagi penduduk, hingga berpotensi membuat mata uang kripto sendiri, ini adalah awal lahirnya Crypto Bank.

Bank modern yang tidak dapat mengikuti perubahan, akan hilang dalam 10 tahun mendatang.

Perubahan Besar Dalam Peluang Karir dan Usaha
Pandemi menjadi bukti nyata di mana budaya bisa berubah dengan sangat cepat. Adanya pandemi membuat banyak hal dilakukan secara daring dari mulai berinteraksi, sekolah, hingga bekerja.

Dalam sebuah penelitian di Amerika, menunjukan bahwa setelah pandemi, 51% orang memilih untuk bekerja secara online.

Besarnya pemutusan hubungan kerja sepihak dari perusahaan juga terjadi untuk menyelamatkan operasional perusahaan, berakibat pada kenaikan wirausaha untuk masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa terus menghasilkan.

Salah satu peningkatan yang signifikan adalah pada F&B Online di Indonesia.

Jumlah di Maret 2020, ada sekitar 3000 brand di Jabodetabek yang berbisnis online dan pada Desember 2021, data menunjukkan pertumbuhan signifikan wirausaha F&B hingga 15,000 brand di Jabodetabek dan sekitarnya saja.

Hal yang serupa akan terjadi ketika peluang bisnis online memasuki waktu jenuh, yang kemudian akan membuka peluang baru kembali. Di sinilah teknologi blockchain bisa menjadi peluang yang menggiurkan.

Metaverse dan mata uang kripto, menjadi perhatian perusahaan besar yang kini mulai mengembangkan usahanya di dunia blockchain.

Berikut beberapa perusahaan yang terus aktif berkembang dalam metaverse, mata uang kripto, dan blockchain adalah Facebook, Microsoft, Disney, Hulu, Bank of America, Nike, Adidas, Mastercard, Epic Games, hingga Google.

Baca juga: Adidas Masuk Metaverse dan Gandeng Proyek NFT Populer

Beberapa proyek dalam negeri juga sedang dalam pengembangan seperti Sekuya Multiverse, Kunci Coin, juga proyek dari Binance,

Lembaga pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia yang sedang berdiskusi dengan MDI Ventures Telkom untuk membuat bursa kripto baru di RI.

Baca juga: Binance dan MDI Venture Telkom Akan Dirikan Bursa Kripto di Indonesia

WIR Group salah satu perusahaan AR VR terbesar di Asia Tenggara asal Indonesia ini juga dalam proses mengerjakan Metaverse Indonesia yang akan di tampilkan di G20 mendatang.

Perusahaan telah melakukan MoU dengan berbagai perusahaan di Indonesia, seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, Jakarta Fashion Week, Bali Airport, Trinity Land, dan berbagai perusahaan serta institusi lainnya, sedang mempersiapkan metaverse di dalam Metaverse Indonesia.

Baca juga: Mengenal Metaverse, Karakteristik, Cara Kerja, dan Ragam Kegiatannya

Lahirnya Media Sosial Baru

Penduduk di dunia saat ini menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, WhatsApp.

Ternyata saat ini banyak perusahaan sedang mengembangkan teknologi baru sebagai media komunikasi menggunakan teknologi blockchain, web3, dan mata uang kripto.

Selain dari metaverse yang akan menjadi rumah atau media sosial baru, akan lahir juga pengganti dari media sosial saat ini, yang memungkinkan pengguna memiliki privasi dan fleksibilitas tinggi.

Pengguna nantinya dapat langsung bertransaksi NFT atau transfer dana melalui media sosial keseharian.

Ini adalah 3 hal besar yang akan terjadi ketika mata uang kripto sudah di adopsi secara masal.

Masih banyak perubahan lain yang akan terjadi, seperti budaya kerja, gaya hidup masyarakat, kesehatan mental, hingga hal paling mendasar seperti pola pikir masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh kontributor Coinvestasi NN93.

NN93 adalah founder dan leader dari GGWP CLAN, komunitas kripto yang berfokus mengembangkan start-up kripto sebagai support system dari pengembang kripto.

Saat ini GGWP CLAN telah bekerjasama dengan proyek-proyek dengan tim dari Amerika, Inggris, Italia, India, dan Indonesia.

NN93 bersama dengan GGWP CLAN juga mengembangkan metaverse project dengan target pasar global yaitu Sekuya Multiverse.

demikian, termakasih

sumber:coinvestasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.